Begini Cara Import Anjing

Cukup banyak hewan piaran yang masuk ke Indonesia berasal dari luar negeri. Memasukkan hewan piaraan seperti anjing dan kucing ke Indonesia, harus memenuhi beberapa ketentuan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyebaran penyakit, seperti rabies.

Berdasarkan tata cara import permit dari Direktorat Kesehatan Hewan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, untuk memasukkan  anjing ke wilayah Indonesia, perlu dipersiapkan beberapa dokumen persyaratan untuk mendapatkan Certification Letter dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dokumen yang harus dipersiapkan, yaitu:

  1. Surat permohonan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan c.q. Direktur Kesehatan Hewan (Asli). Format surat dapat diunduh melalui situs di Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
  2. Surat rekomendasi izin pemasukan hewan dari Dinas setempat yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan (Asli).
  3. Surat Identitas pemilik (fotocopy KTP/Paspor)
  4. Fotocopy surat/buku vaksinasi Rabies
  5. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan yang terakreditasi (Asli)
  6. Fotocopy Surat hasil pengujian titer antibodi terhadap rabies/uji darah (uji titer dilakukan 1 bulan setelah vaksinasi rabies terakhir). Pengujian dapat dilakukan di laboratorium kesehatan hewan.

Selanjutnya, dokumen persyaratan tersebut dapat dibawa sendiri ke bagian perijinan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atau dikirim melalui email perlindunganhewan@yahoo.co.id yang kemudian diproses untuk mendapatkan Certification Letter.

Pada saat pengambilan Certification Letter diharuskan membawa dokumen asli guna verifikasi. Certifikation Letter beserta dokumen pendukung tersebut yang kemudian dapat digunakan untuk pemasukan hewan piaraan melalui Karantina.

Sedangkan untuk membawa hewan kesayangan, seperti kucing ke luar negeri, ada pula persyaratannya. Yaitu menentukan terlebih dulu provinsi tujuan. Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi untuk izin importasi kucing adalah sebagai berikut :

  1. Surat permohonan yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan cq Direktur Kesehatan Hewan.
  2. Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dokter Hewan Negara Asal.
  3. Kartu vaksinasi hewan yang bersangkutan.
  4. Fotokopi Identitas pemilik (Paspor/KTP).
  5. Surat Rekomendasi Dinas dari provinsi yang akan dituju.
  6. Hasil tes laboratorium titer antibodi rabies yang dimiliki hewan maksimal 3 bulan terakhir. (Abdul Kholis)

Sumber: Direktorat Kesehatan Hewan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian


Post Terkait

Comments