Ayam Terancam Cekrek Jika…

Kandang ayam yang tidak bersih akan menimbulkan bau busuk yang menyengat. Bau amonia tersebut bukan hanya akan membuat tetangga protes, tapi juga membuat ayam di kandang bisa mati. Bagi para peternak jelas akan merugikan. Selain kehilangan ayam, juga hubungan dengan tetangga menjadi memburuk. 

Bau busuk di kandang ayam, jelas berasal dari kotoran ayam yang bertumpuk ditambah dengan kondisi kandang yang lembab. Tingginya kelembaban dan suhu yang rendah akan membuat urea-urea, hasil metabolism tubuh,  yang mengandung nitrogen menjadi gas amonia dan karbon dioksida (CO2).

Nah, gas amonia dan karbondiaksida yang terbentuk itu akan mengakibatkan tekanan udara dalam kandang ayam menurun. Jadi, ayam-ayam pun akan kekurangan oksigen. Kondisi ini akan membuat permukaan saluran pernafasan ayam  bersifa anaerob (tekanan oksigen lebih rendah) sehingga  bakteri Mycoplasme senang tinggal  dalam kondisi seperti ini.

Menurut dokter hewan Kunta Adnan Sahiman, dari www.dokterternak.com, inilah yang menyebabkan ayam terserang  CRD (Chronik respiratory disease) dengan tanda-tanda ngorok berkali-kali.

“Saat ayam terserang CRD, maka tubuhnya akan rentan terhadap berbagai serangan penyakit lain,” kata Kunta, yang ahli masalah kesehatan hewan di peternakan.

Apalagi, serangan CRD  dapat menyebabkan kerusakan silia dan mukosa saluran pernapasan yang berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit.

Jadi dengan tidak berfungsinya silia dan mukosa akibat CRD, maka bibit penyakit lain pun akan mudah masuk ke dalam tubuh ayam.

“Karena itu, jarang kita temukan CRD yang menyerang sendiri melainkan berkoalisi  dengan penyakit lainnya,” jelas Kunta.  Itu pula yang menyebabkan serangan CRD sering disebut dengan  CRD komplek, yang artinya CRD yang telah berkoalisi dengan penyakit lain.

Koalisi antara CRD dengan penyakit lainnya ini, yang sebenarnya menyebabkan tingginya angka kematian, yaitu sampai 10-15 persen, bahkan bisa mencapai 20 persen. Namun, CRD yang tidak berkoalisi angka kematiannya terbilang rendah yaitu sekitar 5 persen saja.

Sebagian peternak mencoba mengobati untuk penyakit ngorok (cekrek) ayam.  Namun, kata Kunta, hal ini sering tidak efektif bukan karena obatnya yang tidak manjur. “Tapi karena sumber bau kandangnya yang tidak dibasmi,” katanya.  Sehingga, setelah diobati kadang sembuh lagi.

Terkadang pula, pemilik kandang kurang sensitif dan menganggap kandangnya tidak berbau. Hal itu bisa saja karena pemilik sehari-hari barada dekat kandang, sehingga sudah beradaptasi. Namun bila ditanyakan kepada orang lain, bisa lain beda jawabannya.  

Bagi yang membutuhkan solusi cepat mengatasi bau amonia, kata Kunta, bisa menggunakan amonil. Sedangkan jika sudah mulai ada gejala cekrek, jangan tunggu sampai parah, segera lakukan penanganan dengan menggunakan obat semprot Cerdex.

Singkatnya, perhatikan kebersihan kandang dan selalu hilangkan bau kandang yang menyengat. Ini agar ayam tetap terjaga kebersihannya dan terhindar penyakit. (aks)

 


Post Terkait

Comments