Anjing Kampung, Tak Kalah Keren

Bagi kebanyakan orang, memelihara hewan piaraan seperti anjing punya banyak keuntungan. Selain menjadi sahabat (karena anjing dikenal dekat dengan manusia), juga bisa menjadi penjaga rumah, peternakan, bahkan berburu.

Hewan yang satu ini tampaknya binatang kesayangan manusia, karena kesetiaanya pada pemiliknya.Tidak heran bila sebutan, “anjing sahabat manusia”.   

Tapi, memelihara anjing pun bisa jadi karena tren dan gengsi. Banyak anjing-anjing ras seperti bulldog, husky, reweiler, dan sebangsanya berharga mahal yang diperjualbelikan di banyak tempat. Anjing-anjing itu didandani dan dilombakan. Tampangnya yang cantik menambah daya tarik hewan tersebut dan tentu saja kekaguman kepada sang pemilik.

Di luar anjing ras, di Tanah Air banyak anjing-anjing yang dipelihara penduduk dengan kondisi seadanya. Diberi kandang ala kadarnya dan makanan dari sisa-sisa pemilik. Orang sering menyebutnya “anjing kampung”. Mungkin karena gaya dan  cara memeliharanya yang terkesan bergaya kampung. Anjing kampung juga disebut keturunan  asli anjing hutan.

Tapi jangan dulu menganggap remeh. Anjing kampung sebenarnya juga punya banyak kelebihan.  Misalnya,  harganya yang tidak terlalu mahal. Kemudian, pakannya yang juga tidak harus istimewa. Karena terbiasa berkeliaran di alam bebas atau kampung, jadi tidak butuh perawatan khusus. Bandingkan dengan anjing ras yang butuh perhatian dan perawatan lebih.

Klasifikasi anjing

Nah, karena gayanya yang terbiasa di alam bebas, anjing kampung jadi mudah beradaptasi. Sehingga memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tidak mudah sakit, sebab anjing kampung pada dasarnya merupakan anjing liar yang hidup di alam liar. Sehingga tubuh anjing kampung sudah memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik.

Dan yang tak kalah penting, anjing kampung tidak penakut.  Anjing kampung dikenal pemberani, kecuali pada tuannya. Itulah sebabnya, anjing kampung sering dijadikan anjing pemburu, penjaga rumah dan juga penjaga peternakan.

Menurut drh Denni Kurnia,  anjing memang  merupakan hewan yang paling banyak populasinya. ”Anjing banyak dipelihara karena banyak yang menilai bahwa anjing merupakan makhluk yang sangat cerdas dan beberapa kejadian mengungkapkan bahwa anjing pernah menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.  

Pada dasarnya, anjing juga dapat diklasifikasikan dari ukuran dan berat badan seperti ras anjing mini (tiny breed), ras anjing kecil (small breed), ras anjing sedang (medium breed), ras anjing besar (large breed) dan ras anjing raksasa (giant breed).

Akan tetapi sangat populer mengklasifikan ras anjing menjadi tiga, yaitu small breed (termasuk tiny breed), medium breed dan large breed (termasuk giant breed).

Terlepas dari klasifikasi itu, setiap orang punya alasan masing-masing memelihara anjing. “Dari klasifikasi itu dapat menentukan jenis anjing apa yang sesuai dengan alasan mengapa kita ingin memelihara anjing, apakah  untuk menjaga rumah, sebagai sahabat atau lainnya. Indonesia sendiri mempunyai ras anjing sendiri yaitu anjing Kintamani, Bali,” jelasnya.

Dan klasifikasi lain yang harus diperhatikan juga ialah bulu anjing. Ada beberapa anjing yang tidak berbulu seperti chinese crested dan ada yang berbulu lebat seperti samoyed, komondor, dan lain-lain. Alasan ini juga perlu diperhatikan, karena cara perawatannya sangat jauh berbeda. (aks)


Post Terkait

Comments