60 Ribu Ton Daging Kerbau Impor Bakal Masuk Pasar Dalam Negeri

Meki masih dibayangi kekhawatiran sejumlah kalangan akan terimbasnya penyakit mulut dan kuku (PMK), pemerintah tetap akan melakukan impor daging kerbau tahun 2020.

Tahun ini, Pemerintah kembali membuka keran impor daging kerbau dari India sebanyak 60 ribu ton. Impor ini diklaim untuk program stabilisasi harga.

Informasi ini pernah disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kementan Agung Hendriadi usai rakor pangan di Kemenko Perekonomian, tepat sebulan lalu.

Jumlah ini memang lebih kecil dari alokasi 2019. Pemerintah melalui rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah memutuskan kuota impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton untuk tahun 2019.

Alokasi impor 60 ribu ton daging kerbau 2020 untuk penugasan kepada Perum Bulog. Pemerintah memang mengurangi alokasi impor daging kerbau India karena tahun ini realisasi di bawah kuota.

Rencana pemerintah mengimpor daging kerbau tahun ini rupanya berdampak negatif bagi peternak sapi dan rumah pemotong hewan. Pemerintah bilang impor untuk menekan harga.

Sebaliknya, peternak atau rumah potong hewan tidak akan menjual daging karena rugi. Produktivitas peternak sapi dan rumah pemotong hewan malah lesu

Daripada merugi peternak lebih memilih memelihara sapi. otomatis, populasi sapi meningkat, harga stabil tapi permintaan kecil.

Selain itu, industri ternak dalam negeri juga ikut melesu. Industri tak mampu bersaing harga dengan produk impor. Bahkan, nilai ekonomi industri juga turun karena tak mampu menyerap pendapatan dan tenaga kerja. Bisnis tidak akan kondusif karena tidak merangsang produksi dalam negeri. (A. Kholis)


Post Terkait

Comments