5 Kondisi yang Wajib Diketahui Pemilik Hewan Piaraan

Memiliki hewan kesayangan  dituntut untuk peduli pada kesehatan dan kebersihan hewan. Mengecek kandang, memberi makan dan memeriksakan kesehatan adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Namun, ada pula beberapa kondisi yang wajib diketahui oleh sang pemilik. Apa saja?

Menurut ahli penyakit dalam veteriner dari Universitas Airlangga, Surabaya,  drh Nusdianto Triakoso, setidaknya ada lima kondisi yang wajib diketahui, karena  bersifat fatal dan mengancam nyawa hewan kesayangan.

“Kondisi-kondisi tersebut adalah keracunan, kembung akut, kolaps (ambruk), sesak napas dan trauma,” kata Nusdianto.

Trauma atau kolaps biasanya  mudah diketahui oleh pemilik, keracunan kadang dikenali dengan baik kadang tidak sedang kondisi kembung akut dan sesak nafas seringkali tidak terlalu menjadi perhatian pemilik sehingga terlambat ditangani.

Menurut dokter yang sering  menguji aspek etik hewan coba ini, ada banyak zat beracun bagi hewan kesayangan. Misalnya, obat serangga, racun tikus, obat-obatan manusia, bahkan makanan atau tanaman di sekitar kita. Anggur, kismis, permen yang mengandung xylitol, cokelat, bawang adalah beberapa bahan makanan yang beracun bagi hewan kesayangan.

“Semakin cepat diketahui gejalanya, serta penyebabnya dan ditangani, dapat meningkatkan keberhasilan,” katanya.

Sedangkan kembung akut seringkali tidak dikenali dengan baik oleh pemilik. Biasanya diketahui setelah terjadi kematian mendadak. Gejala kembung akut biasanya terjadi hipersalivasi, gelisah, perut membesar dengan cepat, denyut jantung meningkat, frekuensi nafas meningkat dan ada rasa sakit pada daerah perut.

Tiba-tiba ambruk

Kemudian kolaps, yaitu hewan yang tiba-tiba ambruk, bisa disebabkan oleh berbagai sebab. Syok, gangguan otot dan tulang, syaraf, infeksi, problema jantung atau trauma dapat menimbulkan gejala ambruk.

“Segera bawa ke dokter hewan agar diketahui penyebabnya,” katanya.

Sedangkan sesak nafas,  seringkali tidak mendapat perhatian yang cukup dari  pemilik. Padahal bila tidak segera ditangani, maka kematian dapat segera  menjemput. 

“Misalnya, bila melihat kucing bernapas dengan membuka mulut,” jelasnya.

Sesak nafas bisa disebabkan oleh gangguan jantung, penyakit saluran pernafasan baik atas maupun bawah, penyakit paru-paru maupun rongga dada.

Hewan kesayangan yang mengalami trauma umumnya mudah diamati pemilik. Hampir sebagian besar trauma dapat diamati. Namun ada beberapa trauma yang kadang tidak teramati dengan baik, misalnya luka tusukan yang dalam (punctur, bisa karena gigitan taring, atau luka tusuk).

Pada hewan yang berbulu tebal, bila terkena daerah dada, biasanya tidak teramati dan berisiko menimbulkan kematian.  Ada pula  trauma tumpul yang dapt menyebakan kerusakan organ dalam dan tidak tampak dari luar, misal hernia diafragmatika akibat pukulan, tendangan atau kecelakan terlindas kendaraan. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetbews.co


Post Terkait

Comments